Minggu, 26 Januari 2014

Perjuangan



Hari ini, aku banyak sekali mendapat pelajaran. Pelajaran hidup tentunya..
setelah kemarin hari jum’at aku bertemu dengan wali kelasku pas SMA kelas 12 dulu. Sungguh senang rasanya. Selain aku ditraktir makan, aku juga mendapat do’a. ini yang terpenting.. terima kasih ibu.. aku juga ikut senang saat guruku juga ikut bangga dan senang atas prestasi kecilku..
memang mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang pahalanya dibawa sampai ke liang lahat nanti. Insyaallah..
prud of you, my teacher..

setelah itu hatiku tiba-tiba tergugah untuk melihat profil dan film” perjuangan orang-orang sukses yang banyak termuat di youtube salah satunya..
dan yang paling mengena di hati adalah perjuangan seorang Anak Singkong Chairul Tanjung. Yang pada intinya beliau berpesan bahwa semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan semua itu butuh perjuangan butuh anak tangga yang harus kita lalui setiap step atau tingkatannya.

Dari setiap biografi dan film perjuangan dari para orang sukses tersebut, aku menarik kesimpulan bahwa Mereka adalah orang yang tidak menyerah dengan nasib yang tertulis dan mereka adalah orang yang dekat dengan Tuhannya serta sangat berbakti kepada kedua orang tua terutama Ibu. Perkataan dan do’a dari seorang Ibu adalah jimat bagi kesuksesan mereka. Inilah yang membuat aku merenung. Memang semua ini adalah sunnatullah atau ketetapan Allah. Bahwa kalau kita ingin sukses, maka yang mutlak harus kita lakukan saat ini adalah bekerja keras dan tetap dengan terus mendekatkan diri pada Yang Kuasa serta berbakti pada orang tua terutama Ibu. Hal ini membuat aku mawas diri dan terus bertekad seperti mereka. Ya mereka.. orang-orang yang sukses dengan tidak melupakan Tuhannya dan tetap menjunjung tinggi nama orang tuanya..
Yang mungkin saat ini aku belum bisa membanggakan bahkan masih selalu merepotkan ibu, dengan hal ini aku banyak belajar dan berusaha untuk lebih memperbaiki akhlak dengan orang tua terutama Ibu.
dan aku bertekad bahwa semboyan ini akan menjadi semboyan dihidupku. Semboyan itu adalah “Do’a Ibu adalah senjataku”
Bahwa tidak ada yang kebetulan dalam dunia ini. Semua telah tertulis dan terjadi atas izin Allah.. Termasuk pertemuanku dengan guru SMAku, melihat perjuangan” orang “ sukses, dan  semua yang terjasi dalam hidup kita sekarang. Allah memang sebaik-baik perencana bagi ummatNya.
Dan sekarang, kembali kepada diri kita. Kita akan terus berjuang dan memeperbaiki diri atau tetap menjadi kita yang seperti dulu. Yap, hikmah.. itulah yang seharusnya kita ambil dan pelajari stelah kita mengalami berbagai peristiwa itu.

alhamdulillaahhh gusti Allah masih memberi  kesempatan dan waktu untuk kita terus memperbaiki diri dan menyiapkan bekal untuk akhirat kita nanti,,

25 January 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar