Minggu, 26 Januari 2014

Perjuangan dan Impian




Semua orang tentu punya impian tak terkecuali diriku. Kita flashback dulu yaa..
Rasanya dari aku TK, SD, SMP, SMA, bahkan pas waktu kuliah kemarin,  Allah selalu menempatkanku dan menasibkan aku, alias menaruh aku ahh apapun itu istilahnyaa.. hehe Allah selalu menempatkanku di sekitar orang-orang yang hebat. Dan aku selalu merasa kerdil berada di samping mereka semua. Dan selalu bertanya, kenapa aku tidak bisa seperti mereka, kenapa mereka begitu hebat? Dan mengapa mengapa lainnyaa..
Setelah berbagai proses, ternyata semua memang tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Allah menempatkanku di antara mereka agar aku terus belajar dan berusaha untuk bisa menjadi orang-orang hebat itu. Ini menurutku.. 

Tentu semua ini tidak lepas dari peranan  orang tua terutama ibu yang terus membimbing dan mengarahkanku untuk terus berjuang sampai akupun tidak percaya bisa melalui semua ini.
Bahwa setiap orang dikaruniai kekurangan dan kelebihan. Dan saat masih dalam kandungan tentu kita tidak diberi pilihan untuk memilih apakah kita mau lahir dari orang tua yang kaya raya ataukan orang yang kurang mampu. Semua sudah ditulis oleh Allah di Lauhul MahfudzNya. Kita tinggal menjalaninya saja. Kalau kita ditanya, tentu kita akan memilih terlahir dari keluarga yang kaya raya dan semua serba mudah sehingga kita tidak perlu untuk bersusah payah dalam menggapai sesuatu. Tidak teman, Allah tidak seperti itu. Mari kita sama-sama berfikir,, karena aku juga masih perlu belajar banyak tentang hal ini. 

Bahwa menjadi orang sukses dan bijak itu tidak semudah membalikkan telapak tangan ataupun bertepuk tangan. Kunci sukses yang mutlak adalah kerja keras. Karena orang bijakpun juga tidak terbentuk dalam waktu sehari dua hari bahkan seminggupun juga tidak bisa. Butuh waktu yang cukup lama untuk menjadi bijak. Orang bijak selalu mengambil  hikmah dalam setiap perjuangan yang dilakukannya.Sehingga dia mampu memperoleh ilmu dari praktek –praktek usaha yang dilaluinya sendiri. Merasakannya sendiri. Sehingga nuraninya mampu merasakan apa yang tidak dirasakan oleh orang-orang lain yang belum merasakan getir pahitnya perjuangan yang dilaluinya. Namun dia tetap mampu tersenyum karena dia melakukannya dengan iman. Iman kepada Tuhannya. Janji Allah itu pasti bahwa setiap kesulitan ada kemudahan. Dia sadar bahwa usahanya saat ini akan dibalas oleh Yang Maha Kuasa. Kalaupun tidak di dunia tentu di akhirat kelak. Dia yakin akan hal ini. Itulah yang membuatnya terus bertahan dalam perjuangannya..
Dan tentu orang bijak tetap membutuhkan orang lain sebagai pengingat dan penasihat saat dia melakukan kesalahan. Inilah kenapa dalam islam, kita disunnahkan untuk berada di lingkungan orang-orang sholeh. Agar mereka mengingatkan kita saat kita salah..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar