Minggu, 29 Januari 2012

060112 06:12:57

"Bersemangatlah dalam menggapai apa-apa yang bermanfaat bagimu"
(HR.Muslim)

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya diri kita, melainkan manfaat dari apa yang kita kerjakan buat sekitar kita.
Maka senantiasalah bersemangat dalam segala hal yang penuh dengan kebermanfaatan.

Kamis, 26 Januari 2012

210112 12:58:03

tafsir hadits :
barang siapa ada wanita yang berjalan di luar rumah, dan setiap orang laki-laki yang berpapasan dengannya bisa mencium bau wanginya. maka wanita itu dihukumi dosa zina dengan tiap laki-laki tersebut.

130112 20:55:11

tiga orang yang selalu mendapatkan pertolongan Allah tiada henti-hentinya adalah :
1. mujahid muda yang membela agama Allah,
2. PENULIS yang mencerahkan, dan
3. pemuda yang menyegerakan menikah untuk menjaga kehormatan diri.
(HR.Ahmad)

080112 14:20:44

hari ini mari kita belajar menjadikan sekeliling kita ladang ibadah.
bahwa alam ini adalah masjid,
kampus adalah mushola yang selalu mengingatkan kita kepada Allah,
notebook adalah sumur ilmu untuk mengenal Allah..


mulia berkata-kata dengan kasih sayangdan penuh kelembutan,
pikirannya husnudzon, tarikan nafas adalah tasbih (subhanallah walhamdulillah walaillahaillah wallahuakbar)..
gerak hati adalah do'a, bicaranya bernilai dakwah, diamnya dzikir, gerak tangannya sedekah , langkah kakinya hanya untuk Allah, dan sibuknya adalah sibuk untuk memperbaiki diri bukan sibuk mencari kesalahan orang lain..
dan setiap hari adalah proses perbaikan diri ..

080112 14;14;14

1. apa yang sampean lakukan bila sedang futur?
=> seorang ulama besar timur tengah ketika ditanya :
    "apa yang anda lakukan saat futur?"
     beliau menjawab:
   "saya bersenda gurau dengan anak istriku"
  *silakan istilah anak istri diganti dengan kondisi sekarang

2. apa yang sampean lakukan apabila sedang bosan dengan rutinitas yang ada saat ini?
   => lakukan hal baik lain, meskipun manfaatnya tidak terlalu besar.
       "dan sibukkanlah dirimu dengan kebaikan agar dirimu tidak disibukkan dengan keburukan."
     
3. apa yang sampean lakukan saat banyak sekali amanah sehingga bingung yang mana yang didahulukan?
  => ini harus dipraktekkan, tidak mungkin dengan teori. pelaku yang lebih tahu kondisinya.
       gunakan prioritas terbaik.
     *baca fiqh prioritas juga yaa ..

semoga bisa membantu ..

wallahu a'lam bish shawwab ..

  
  

111111 20:52:51


Dalam ukhuwah, Kebersamaan itu merupakan nilai yang tak tergantikan.
Dalam ukhuwah, Kesendirian itu merupakan kepastian yang akan diminta pertanggung jawabannya.
Dalam ukhuwah, Keimanan menjadi alasan utama dalam membangun dan melaksnakannya.
Dalam ukhuwah, Yang termudah adalah Ketika berbagi dengan senyum indah yang bernilai ibadah.
Dan dalam ukhuwah,
Yang terberat itu adalah Ketika diri ini lebih banyak dikenal daripada mengenal.
Semoga ukhuwah ini tetap terjaga dalam bingkai Iman kepadaNya..

071111 07:46:25

Hajar berlari diantara shafa dan marwa, tapi air zam-zam muncul dari bawah kaki Ismail.
terkadang keajaiban tidak muncul dari ikhtiar kita, tapi dari jalan yang tak kita sadari.
Maka, seperti Hajar, kami akan berikhtiar, bersusah payah dan berlari.

"Dengan itu ya Robbi, lihatlah kesungguhan kami, terbitkan keajaiban untuk kami dimanapun Kau kehendaki. Karena sesungguhnya pertolonganMu untuk hamba-hamba yang ikhlas dan berserah diri akan datang dari arah yang tak pernah kami duga."

171011 18:36:21

Terapi air putih :
1) minum 2 gelas setelah bangun tidur dapat membersihkan organ-organ internal.
2) minum 1 gelas 30 menit sebelum makan dapat membantu fungsi seluruh pencernaan+ginjal
3) minum 1 gelas sebelum mandi dapat menurunkan tekanan darah
4) minum segelas air sebelum tidur dapat mencegah stroke + serangan jantung.

wallahu a'lam

051911 07:52:50

Ukhuwah itu seutuhnya tentang rindu. Yang membuat selalu tak sabar untuk bertemu. Membuat terasa rugi jika tak berbagi.
Adalah tentang Hati yang terikat. tentang Do'a-Do'a yang saling bertaut.
Ia terasa rumit untuk diungkapkan namun nyata dalam kata sederhana.
Ia begitu dalam untuk diselami karena ia adalah iman yang berupa makna.
Semoga Allah senantiasa mengikat Hati-Hati kita dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Saling mendo'akan dan memberi semangat ..

Bekal Meraih Kemenangan


by _mz aLiiff_

1.       Dawafi’ al-Imany  (Motivasi Imaniyah)
Kekuatan iman menjadi daya dorong  yang besar dalam melakukan aktivitas ubudiyah. Jika kita percaya bahwa yang kita kerjakan bernilai ibadah, maka bekal iman yang harus ditambah. Sedangkan keikhlasan untuk meraih ridha Allah menjadi ghayyah utamanya.
Siapa yang ditolong Allah?
Mereka adalah apabila diteguhkan kedudukan dimuka bumi:
1. Mendirikan Shalat
2. Mengeluarkan shadaqah
3. Menyuruh berbuat ma’ruf
4. Mencegah yang munkar
5. Bertawakal kepada Allah tentang semua urusan
(QS.Al-Hajj: 40-41)

2.       At Tafaul (Optimisme)
Saat Rasul di Thaif, beliau dicemooh dan dilempari batu oleh penduduknya. Saat itupun Malaikat Jibril dan Malaikat penjaga gunung marah, sehingga perlu membalas perbuatan mereka. Tapi apa kata Rasul?
“Bila saat ini mereka tidak menerima seruanku, aku berharap dari keturunan  mereka menyambut dakwahku.”
Nyatanya 10tahun kemudian, orang-orang Thaif berbondong-bondong masuk Islam.
Ada pula 300 pasukan Muslim yang bisa mengalahkan 1100 kafir Quraisy bersenjata lengkap saat ghozwatul Badr. Mereka diberi kemenangan karena mereka yakin Allah akan memenangkan mereka.
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.” (QS.Yusuf:87)

3.       Tsiqah bil Qudratidz Dzatiyah (Percaya pada kemampuan diri)
Ketika Muadz bin Jabal dikirim ke Yaman, beliau mengharapkan Rasulullah memberi banyak bekal materi da’wah. Ternyata Rasul hanya memberi 3 bekal.
Pertama, tingkatkan komitmen moral.
Kedua, Tazkiyatun Nafs (Pembersihan diri)
Ketiga, Interaksi Sosial.
Kata Rasul:
“Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya akan menghapusnya, dan berbuat baiklah pada manusia.” (HR.BukhoriMuslim).
Lalu apakah 3bekal itu kurang buat Mu’adz?
Tidak. Ternyata apa yang jadi keraguan Mu’adz tentang kemampuan ilmunya tidak terbukti. Buktinya dakwah yang  dibawa beliau berkembang di Yaman.

4.       Al Ibrah wa Ta’birul Akhorin (Mengambil Pelajaran dan Pengalaman Orang Lain)
“Experience is the best teacher”, dari pengalaman orang-orang terdahulu kita bisa mengambil ibrah untuk menghindari peristiwa serupa di masa sekarang. Kita berbeda  dengan orang-orang munafik yang tidak bisa mengambil pelajaran dari apa yang pernah diujikan pada mereka.
“Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali tiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak(pula) mengambil pelajaran?” (QS. At Taubah:126)

5.       Ad Du’a (Do’a)
Kedudukan do’a bagi seorang mukmin adalah senjata dan ketundukan. Ia sekaligus pengingat agar manusia tidak ujub, karena masih ada kekuatan besar di luar kemampuannya dalam menentukan segala sesuatu. Lewat do’a, ia menjadi penawar hati yang kelu dan penyejuk bagi jiwa yang panas. Bukankah Nabi Musa as. Juga berdo’a pada Rabbnya sebelum berhadapan dengan Fir’aun?
“Berkata Musa: ‘Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS.Thaahaa:25-28)