Minggu, 26 Januari 2014

PROUD OF YOU




Setiap kita punya impian. Karena semua berawal dari mimpi dan angan-angan. Nah selanjutnya kembali ke pribadi kita apakah kita akan berdiam diri atau memulai action dan berusaha meraih mimpi kita. Itu.
Saat SMA, teman-temanku banyak yang punya cita-cita untuk kuliah di universitas ternama. Termasuk aku juga sihh.. Dan kini saat aku kuliah, banyak teman-teman kuliahku yang ingin melanjutkan studinya di Luar negeri. Ada yang ingin bekerja di Pusat (Kementerian Dalam Negeri), kembali ke daerah, dan ada juga yang ingin mengabdi di kampus dengan menjadi Calon Dosen di kampus. Manakah yang paling mulia??
tentu semuanya mulia. Kembali kepada niat. Karena setiap orang mempunyai kewajiban dan hak masing-masing yang harus dijalaninya. Termasuk aku. Walau terkadang keinginan untuk menimba rejeki dan  menimba ilmu di daerah yang jauh sana  itu muncul, namun kembali ke pembahasan tadi. Bahwa setiap kita punya kewajiban dan hak yang berbeda-beda. Keadaan dan latar belakang kita pun  berbeda-beda. Keadaan yang mengharuskan kita untuk menentukan pilihan. Karena hidup adalah kumpulan pilihan pilihan yang harus kita pilih.
Kembali ke daerah asal. Yes, itulah pilihanku sekarang setelah berkali kali memutar otak dan pikiran. Banyaknya pertimbangan dan kepasrahan kepada Allah yang membuatku menentukan pilihan ini. Walau terkadang rasa iri itu muncul saat aku melihat banyak teman-teman dan sahabat-sahabatku yang ada di kota metropolitan dan ada di kampus dengan kebersamaan serta cerita-cerita mereka..

Tapi, aku kembali sadar bahwa, setiap kita adalah pejuang. Pejuang dari keluarga kita masing-masing. Dan tentu semua berharap untuk sukses. Dunia khirat tentunya. Insyaallah..

Dari jauh sini, aku titip salam untuk teman-teman dan rekan-rekanku serta sahabat_sahabatku yang ada di penjuru tanah air. Untuk sahabat-sahabatku yang kembali ke daerah, mari sama-sama meniatkan hati dan diri untuk memberikan yang terbaik untuk negeri.. bismillah.. banggakan dan curahkan perhatian kita pada orang tua. Merekalah salah satu alasan kita untuk berjuang dan do’a mereka yang senantiasa kita harapkan.
Dan untuk sahabat dan rekan-rekanku yang berjuang dan jauh dari orang tua. Aku sangat bangga dengan kalian. Memilih berjuang dan jauh dari orang tua adalah perkara yang tidak mudah. Karena aku pernah merasakan 4 tahun jauh dari orang tua. Tapi setiap perjuangan akan dibarengi dengan kenikmatan kebersamaan dengan adanya teman-teman seperjuangan. Dan yakin serta mengimani janji Allah itu akan membuat kita kuat dan merasa tidak sendiri. Karena tentu orang tua kita selalu mendo’akan kesuksesan kita.

Kini, bertanggungjawab atas pilihan yang kita ambil adalah tindakan yang paling tepat untuk kita lakukan. Selama nafas masih ada. Dan Allah masih memberikan oksigen kepada kita, maka tidak ada kata berhenti dalam perjuangan. Karena sebaik baik tempat istirahat adalah saat kita kembali menghadap Sang Kuasa.

Dengan mengingat ini, tentu kita harus sadar bahwa hidup kita sekarang adalah untuk hidup setelah mati. Maka mari berjuang dengan cara yang baik. Yang diridhoiNya dan sebisa mungkin tidak melanggar aturan yang ditetapkannNya. Dan dengan mengingat setiap yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya membuat kita sadar untuk tidak melanggar aturanNya.




Perjuangan dan Impian




Semua orang tentu punya impian tak terkecuali diriku. Kita flashback dulu yaa..
Rasanya dari aku TK, SD, SMP, SMA, bahkan pas waktu kuliah kemarin,  Allah selalu menempatkanku dan menasibkan aku, alias menaruh aku ahh apapun itu istilahnyaa.. hehe Allah selalu menempatkanku di sekitar orang-orang yang hebat. Dan aku selalu merasa kerdil berada di samping mereka semua. Dan selalu bertanya, kenapa aku tidak bisa seperti mereka, kenapa mereka begitu hebat? Dan mengapa mengapa lainnyaa..
Setelah berbagai proses, ternyata semua memang tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Allah menempatkanku di antara mereka agar aku terus belajar dan berusaha untuk bisa menjadi orang-orang hebat itu. Ini menurutku.. 

Tentu semua ini tidak lepas dari peranan  orang tua terutama ibu yang terus membimbing dan mengarahkanku untuk terus berjuang sampai akupun tidak percaya bisa melalui semua ini.
Bahwa setiap orang dikaruniai kekurangan dan kelebihan. Dan saat masih dalam kandungan tentu kita tidak diberi pilihan untuk memilih apakah kita mau lahir dari orang tua yang kaya raya ataukan orang yang kurang mampu. Semua sudah ditulis oleh Allah di Lauhul MahfudzNya. Kita tinggal menjalaninya saja. Kalau kita ditanya, tentu kita akan memilih terlahir dari keluarga yang kaya raya dan semua serba mudah sehingga kita tidak perlu untuk bersusah payah dalam menggapai sesuatu. Tidak teman, Allah tidak seperti itu. Mari kita sama-sama berfikir,, karena aku juga masih perlu belajar banyak tentang hal ini. 

Bahwa menjadi orang sukses dan bijak itu tidak semudah membalikkan telapak tangan ataupun bertepuk tangan. Kunci sukses yang mutlak adalah kerja keras. Karena orang bijakpun juga tidak terbentuk dalam waktu sehari dua hari bahkan seminggupun juga tidak bisa. Butuh waktu yang cukup lama untuk menjadi bijak. Orang bijak selalu mengambil  hikmah dalam setiap perjuangan yang dilakukannya.Sehingga dia mampu memperoleh ilmu dari praktek –praktek usaha yang dilaluinya sendiri. Merasakannya sendiri. Sehingga nuraninya mampu merasakan apa yang tidak dirasakan oleh orang-orang lain yang belum merasakan getir pahitnya perjuangan yang dilaluinya. Namun dia tetap mampu tersenyum karena dia melakukannya dengan iman. Iman kepada Tuhannya. Janji Allah itu pasti bahwa setiap kesulitan ada kemudahan. Dia sadar bahwa usahanya saat ini akan dibalas oleh Yang Maha Kuasa. Kalaupun tidak di dunia tentu di akhirat kelak. Dia yakin akan hal ini. Itulah yang membuatnya terus bertahan dalam perjuangannya..
Dan tentu orang bijak tetap membutuhkan orang lain sebagai pengingat dan penasihat saat dia melakukan kesalahan. Inilah kenapa dalam islam, kita disunnahkan untuk berada di lingkungan orang-orang sholeh. Agar mereka mengingatkan kita saat kita salah..


Perjuangan



Hari ini, aku banyak sekali mendapat pelajaran. Pelajaran hidup tentunya..
setelah kemarin hari jum’at aku bertemu dengan wali kelasku pas SMA kelas 12 dulu. Sungguh senang rasanya. Selain aku ditraktir makan, aku juga mendapat do’a. ini yang terpenting.. terima kasih ibu.. aku juga ikut senang saat guruku juga ikut bangga dan senang atas prestasi kecilku..
memang mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang pahalanya dibawa sampai ke liang lahat nanti. Insyaallah..
prud of you, my teacher..

setelah itu hatiku tiba-tiba tergugah untuk melihat profil dan film” perjuangan orang-orang sukses yang banyak termuat di youtube salah satunya..
dan yang paling mengena di hati adalah perjuangan seorang Anak Singkong Chairul Tanjung. Yang pada intinya beliau berpesan bahwa semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan semua itu butuh perjuangan butuh anak tangga yang harus kita lalui setiap step atau tingkatannya.

Dari setiap biografi dan film perjuangan dari para orang sukses tersebut, aku menarik kesimpulan bahwa Mereka adalah orang yang tidak menyerah dengan nasib yang tertulis dan mereka adalah orang yang dekat dengan Tuhannya serta sangat berbakti kepada kedua orang tua terutama Ibu. Perkataan dan do’a dari seorang Ibu adalah jimat bagi kesuksesan mereka. Inilah yang membuat aku merenung. Memang semua ini adalah sunnatullah atau ketetapan Allah. Bahwa kalau kita ingin sukses, maka yang mutlak harus kita lakukan saat ini adalah bekerja keras dan tetap dengan terus mendekatkan diri pada Yang Kuasa serta berbakti pada orang tua terutama Ibu. Hal ini membuat aku mawas diri dan terus bertekad seperti mereka. Ya mereka.. orang-orang yang sukses dengan tidak melupakan Tuhannya dan tetap menjunjung tinggi nama orang tuanya..
Yang mungkin saat ini aku belum bisa membanggakan bahkan masih selalu merepotkan ibu, dengan hal ini aku banyak belajar dan berusaha untuk lebih memperbaiki akhlak dengan orang tua terutama Ibu.
dan aku bertekad bahwa semboyan ini akan menjadi semboyan dihidupku. Semboyan itu adalah “Do’a Ibu adalah senjataku”
Bahwa tidak ada yang kebetulan dalam dunia ini. Semua telah tertulis dan terjadi atas izin Allah.. Termasuk pertemuanku dengan guru SMAku, melihat perjuangan” orang “ sukses, dan  semua yang terjasi dalam hidup kita sekarang. Allah memang sebaik-baik perencana bagi ummatNya.
Dan sekarang, kembali kepada diri kita. Kita akan terus berjuang dan memeperbaiki diri atau tetap menjadi kita yang seperti dulu. Yap, hikmah.. itulah yang seharusnya kita ambil dan pelajari stelah kita mengalami berbagai peristiwa itu.

alhamdulillaahhh gusti Allah masih memberi  kesempatan dan waktu untuk kita terus memperbaiki diri dan menyiapkan bekal untuk akhirat kita nanti,,

25 January 2014

Minggu, 19 Januari 2014

catatan kecil Senin, 20 Januari 2014

Seiring berjalannya waktu, akhirnya kita mampu mengetahui apa yang sebelumnya belum kita ketahui, memutuskan apa yang sebelumnya kita tidak mampu untuk memutuskannya, dan menilai sesuatu yang sebelumnya kita belum mampu menilainya. yap,, ternyata waktu memang membuktikan semuanya dan menjawab semua.
Dan selanjutnya, musteri itu akan terus terjadi dan ada. Karena sejatinya manusia tidak mengetahui apa-apa mengenai masa depannya. Jangankan masa depan, beberapa detik ke depan saja kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetap berusaha dengan baik, berproses dengan baik, dan berdo'a serta berharap yang terbaik adalah hal yang bisa dilakukan oleh makhluk Allah yang dinamakan manusia.
Apapun yang terjadi di sana, dimanapun kita kelak, dan bagaimana akhirnya, mari kita serahkan semua hanya pada Yang Maha Kuasa atas segala takdir kita. kewajiban kita saat ini adalah melakuakn yang terbaik terhadap kewajiban yang harus kita lakukan.

Kamis, 16 Januari 2014

Pelajaran Berharga di akhir pendidikanku di lembah Manglayang IPDN Jatinangor

bismillahh, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Masa pendidikan selama empat tahun telah berakhir, namun semua tidak ada yang hilang dari ingatan. Keramaian, kebersamaan, kesalahpahaman, keluhan, bentakan, kedisiplinan, dan masih banyak lagi rasa yang aku baru mengetahuinya di kampus ini.
Karena temanya tentang pelajaran berharga di akhir pendidikan, maka aku akan menulis mengenai seseorang ya seseorang..
siapakah diaa, jeng jeng jenggg..
special,, bisa jadi, smart, bisa jadi banget, pacar ya??? . nggak jadii...
heheheea

Awalnya mengira bahwa aku akan menghabiskan masa pendidikanku di kampus dengan hati tenang dan ikhlas serta semangat dalam mengawali karir di daerah nanti.. Ternyata Allah berkata lain, Ya .. Memang semua tidak akan terjadi tanpa seizinnya.. termasuk daun yang jatuh, dan berpindahnya awan serta turunnya hujan, semua terjadi atas izinnya.
Anda, ya Andaaa...
Tidak pernah mengira, bahkan membayangkannya saja tidak berani, tidak menyangka, dan tidak percaya rasanya. Tapi itu adalah fitrah manusia, untuk merasakan yang namanya cinta. Sampai akhirnya ada beberapa proses yang kita lalai (eiittss nggak pacaran lho yaa).. just 2kali kete yang didampingi oleh beberapa orang yg terpercaya..
hahahaaa
Dan memang Allah segera menunjukkan kuasaNya. Dan sekarang we stay in own way.. dalane dewe-dewee..
hahahaaa

biasanya kalau ada temen yang curhat, pasti aku yang nyemangatin untuk segera halal, dan menyemangati untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama dengan menyegerakan menikah. Tapii, kini Allah benar-benar memberi pelajaran di luar dugaan.. Tapi kalau nggak ada pelajaran ini, aku nggak akan merasakan yang namanya keseriusan hubungan dengan jalan yang dinamakan ta'aruf. Meski endingnya Allah punya rencana lain, namun aku bahagia dengan adanya proses ini..
hehheee
makasi ya Allah..

Kini, kembali ke prinsip awal "Be High Quality Jomblo" again...|
hehe
semangat ukhti fillah..
Nggak ada yang sia-sia di dunia ini. Semua mengandung hikmah dan pelajaran besar bagi yang mau mengambilnya.
dan kini aku sering senyum sendiri dan mengingat" proses yang pernah aku lalui. kok bisa yaaa..
ahhh, bisalahh..
thank you Allah..


::ilmu Allah itu luas, banyak seklai cara Allah menunjukkan ilmunya ke kita. semangat menuntut ilmu dan mencari hikmah di balik setiap kejadian yang kita alami::

catatan awal tahun 2014 >>1435H

bismillahirrahmaanirrahiim...

Di sini, ya disini.. di ruangan ini, aku memulai hidup baru sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Daerah Kota Madiun. Di kantor BKD Kota, tepatnya di ruang PKP. Aku mengawali karirku di sini..
Sendiri, iya. Sepi iya. Karena saat ini aku memang sedang sendiri di ruangan ini. Karena pegawai yang lain sedang istirahat dan sebagian besar memang pulang. Berbeda dengan diriku. Memang sudah menjadi resiko bagiku karena memilih profesi ini yang letak kantornya memang lumayan jauh dari rumahku.
tapii,, nggak ada alasan untuk tidak bersyukur.
Setiap pagi, aku selalu berharap pada Allah agar hari ini aku memeperoleh banyak berkah dariNya.
Tak lupa meminta restu dari bunda yang tak lelah menyiapkan sarapan dan kebutuhanku.
:) alhamdulillah yaa rabb..

back to office.
BKD, ya BKD. memang seluruh praja dan lulusan praja STPDN semua berawal dari sini. kantor ini.
kantor yang dulu hanyat aku kunjungi saat cuti saja. Kini aku mengunjunginya setiap hari. jadi penjaganya malah..
hehe karna pas jam istrhat aku tidak pernah pulang.
So, mari manfaatkan waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat seperti menulis ..
Rasanya sudah lama aku tidak menulis di blog ini..
bukan karena malas atau apa, karena aku lupa passwordnya. Jadi aku lebih memilih menulis di media lain.
Dengan adanya kesendirian seperti ini, menjadikanku ingat pada saat kebersamaan, keramaian, dan keusilan, dkk saat di asrama dulu..
nanati kita bahas di topik lain yaa,,
di pembahasan ini kita bahas mengenai kantor dulu. kantor ini seperti rumahku skarang. sangat nyaman . kalau orang barat biasa menyebutnya hommy. entah benar atau salah tulisannya. :D kalau salah tolong dibenarkan yaa,,
kantor ini aku memepunyai saudara baru, rekan baru, tentunya juga ada bnayak sekali ilmu baru yang aku dapatkan..
alhamdulillah..
ilmu-ilmu itu diantaranya: ilmu mengenai simpeg, pelantikan pejabat mulai dari pembuatan undangan sampai hari H pelantikan, DP3, tenaga kontrak, dan masih banyak lagi..
alhamdulillah tempat kerjaku ini punya mushola yang bisa kita pakai untuk beribadah sunah maupun wajib.
di mushola juga bisa dipakai untuk istrahat. Ada kolam ikan yang terkadang aku ikut memberi makan ikan tersebut. dan air mancur yang mengalir terus menyejukkan pikiran kita yang lelah dengan pekerjaan yang menumpuk.
itulah sedikit cerita dari kantorku yang baru. Disini, alhamdulillah .. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur.
:)


::jum'ah mubarak 17012014::