man shobaro dzofiro : barang siapa bersabar, beruntunglah dia
Man yazra yahshud : barang siapa
menanam, maka dia akan menuai
Man jadda wajada : barang siapa
bersungguh-sungguh, maka dia kan berhasil
Bahwa menjadi yang terbaik adalah
impian setiap manusia.
Namun, hakikat yang terbaik harus
kita pahami terlebih dahulu. Karena menjadi yang terbaik tidak semata-mata
membuat kita berlomba-lomba untuk mendapat pengakuan dari semua manusia di
bumi. Akan tetapi, kita harus tetap berusaha memberikan yang terbaik dari diri
kita, semampu kita, semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan untuk
kebaikan diri kita dan orang lain tanpa mengutamakan pengakuan dari seluruh
manusia. Maka, dengan sendirinya orang lain akan menilai dan melihat siapa kita
dan seperti apa kualitas diri kita.
Ini yang aku pelajari hari ini.
Dulu, aku selalu mengira bahwa penilaian dari orang lain itu sangat penting
bagiku. Dan aku harus menjadi yang terbaik dan diakui oleh orang lain atas
kemampuan dan semua yang aku lakukan untuk orang lain. Ternyata itu SALAH
BESAR. Semakin kita mementingkan pengakuan dan pujian dari orang lain, maka
semua yang kita lakukan semakin melelahkan diri. Dan akhirnya istiqamah sangat
sulit diraih. Karena orientasi kita adalah penilaian dari manusia semata. Dan
saat ada orang yang mencela, kita akan langsung bimbang dan sibuk mencari
kesalahan dan melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Ini yang membuat “ikhlas”
sulit didapatkan saat beramal.
Bahwa bijak tidak dapat kita raih
dalam waktu satu dua hari. Menjadi orang yang “bijak” tentu membutuhkan proses
yang tidak singkat. Orang bijak melalui berbagai kesalahan, teguran, dan cobaan
sehingga membuat dirinya mampu peka dan mengambil hikmah ats kesalahan yang
diperbuatnya dan diperbuat orang lain.
Bersyukur dan qonaah itu salah
satu kunci untuk membuat kita bijak dalam menjalani hidup ini.
Akhirnya aku mengerti bahwa
dengan memberikan yang terbaik yang kita miliki pada orang lain dan melakukan
yang terbaik untuk mencapai cita-cita diri, dan tanpa mengutamakan pengakuan
dari orang lain, maka kita akan melakukan semua itu dengan senang hati dan
semangat tanpa risau dengan pengakuan orang lain selama apa yang kita lakukan
itu tidak menyalahi syari’at.
Maka sangat benar apa yang
dinasihatkan oleh para Wali Allah dulu, bahwa salah satu tombo ati adalah
“berkumpulah dengan orang sholeh”. Dengan berkumpul dengan orang sholeh, maka
kita akan senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan dan perbaikan diri
menuju hal yang lebih baik dan mulia.
Barakallahu fikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar