suatu malam aku mendapat sebuah kabar,,
lagi-lagi tanpa perlu mencari tahu, tanpa perlu susah payah, yaa itulah memang sepertinya Allah mentakdirkan aku untuk tahu. ya, tahu bahwa kamu telah apaa yaaa.. gimana yaa ngomongnyaaa..
gitu aja kok susah banget sih ngomongnya,, ehmm..
bahwa kamu telah,,,, yaahh, nyesek duluan deh,.. tapi perlu diketahui bahwa "aku" sang penulis menulis entry ini dengan jiwa tenang dan gundah gulana.. lhoh..??
aku rapopo...
ok lanjuutt ceritanyaa..
aku diberi kabar bahwa dirimu telah dikenalkan oleh dosen, dan beliau berniat baik untuk mengenalkan anaknya denganmu. dan kamu mneynggupinya..
wuuiihhhhh, rasaneee..
makjleebbbb..
hahahaa
bukan main skenario Allah, 3 hari sebelum ini, kita sepakat, eh maksudnya aku yang memutuskan dan mengusulkan bahwa memang seharusnya kita fokus pada target dan prioritas kita masing-masing. dan kamu menyetujuinya. ya.. bismillah..
namun itulahh, tidak akan disebut ikhlas sebelum kita diuji keikhlasannya..
mendengar berita itu, rasanya......... nanonanooo..
ternyata begini rasanya kalau kita diuji keikhlasannya..
mewekk,, ya itulah jurus jitu perempuan..
kini rasanya,, ya begitulah..
yang jelas, semua keputusan ada ditanganmu, dengan izin Allah juga tentunya..
baarakallahu fiikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar