Pagi itu, tanggal 10 Juni 2011 satuan Madya Praja IPDN angkatan XX mulai sibuk packing barang-barang dengan ransel masing-masing. Mereka mau kemana sihh???
Ternyata eh ternyata ..
Satuan Madya Praja angkatan XX IPDN akan melaksanakan kegiatan pembaretan dengan mendaki gunung Manglayang. Saya adalah salah satu peserta pembaretan tersebut. Kami sangat antusias dalam menghadapi kegiatan pembaretan ini. Segala kebutuhan baik kebutuhan kelompok maupun kebutuhan pribadi sudah dilengkapi. Kini tinggal menunggu waktu untuk pemberangkatan.
Siang pukul 12.30 WIB seluruh satuan praja melaksanakan makan siang di menza atau gedung nusantara. Setelah makan siang usai, seluruh satuan Mada Praja berkumpul di plaza Nusantara untuk melaksanakan upacara pelepasan kegiatan penmbaretan oleh Bapak Kabagsuh kita, Bapak Amrin, S.STP, M.Si dan didampingi oleh Bapak Kasubbag Binwas kita, Bapak Syamsu Khoirudin, S.STP, M.Si.
Sebelum Bapak Kabagsuh melepas kami, Bapak Kasubbag terlebih dahulu men-stealing kami untuk mengambil ransel kami di barak kemudian kembali lagi ke plaza Nusantara.
Beberapa saat kemudian kami resmi dilepas oleh Bapak Kabagsuh.
BHINEKA NARA EKA BHAKTI... PRAJAA!!!
Semangat ..
Jalur pemberangkatan antara praja putra dan putri terpisah. Jalur putra lebih jauh tentunya .. hhe
Kami memulai perjalanan dengan brdo’a dan berbekal semangat kekuatan lima-lima (55).
Ransel kami sangat berat karena banyaknya barang dan kebutuhan yang kami bawa. Namun, kami tidak putus asa dan tetap semangat. Kami lebih bersemangat juga karena ada Bapak Syamsu yang senantiasa mendampingi kelompok kami dalam perjalanan menuju Bumi Perkemahan Kiara Payung atau biasa kita sebut dengan Bumper.
Kelompok kami sampai di Bumper pada pikul 16.45 WIB. Kelompok kami adalh kelompok yang paling dahulu sampai di Bumper. Sesampainya disana, kami langsung menuju tanah lapang dan meletakkan barang-barang kemudian melakukan senam pelemasan otot punggung serta otot kaki yang telah berjalan kurang lebih 2,5 jam.
Tenda talah didirikan. Hal ini dapat memermudah kami sehingga kami dapat langsung menata barang-barang bawaan serta beristirahat. Kompi-kompi lain pun mulai berdatangan hingga kami semua berada di Bumper.
Malam pertama di Bumper kami isi dengan mengadakan pentas seni antar kompi. Setiap kompi menampilkan kretivitas masing-masing seperti menyanyi dangdut, pop, rock, dan tak ketinggalan senam poco-poco.
Rasa lelah saat membawa barang bawaan dan jauhnya perjalanan menuju Bumper seakan hilang dengan adanya hiburan-hiburan tersebut. Acara berakhir sekitar pukul 21.30 WIB yang dilanjutkan dengan pengecekan oleh Lurah masing-masing wisma.
Pada pukul 22.00 WIB kami semua telah siap tidur dengan menggunaka sleeping bed yang hangat.
Hari kedua kami awali dengan makan bersama antara praja putra dengan praja putri di lapangan yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur satuan Nindya Praja. Makan Pagi 1menit kemudian dilanjutkan dengan Apel Pagi. Kemudian satuan madya praja dibagi menjadi 2 kloter untuk pelaksanaan kegiatan HTF(How To Fight) di sekitar lereng manglayang.
Saya sangat bersyukur karena saya mendapat giliran atau kloter pemberangkatan pertama.
Dengan pemberangkatan pertama kami dapat langsung selesai dan dapat beristirahat pada sore harinya nanti.
HTF(How To Fight)
Di awali di garis Start dengan berlari kemudian kami berjalan melewati ladang penduduk dan menuju Pos1 yaitu Pos PBB. Kemudian menuju Pos 2 yaitu Pos simpul. Disini kita diajari merangkai simpul-simpul yang biasa digunakan oleh para TNI. Kemudian kami menuju Pos 3 yaitu Pos turun Hesty dan naik Togle. Di Pos ini, adrenalin kami sangat diuji. Konsentrasi sangat dibutuhkan agar kita tidak lengah dan terjatuh saat memegang tali. Setelah itu, kami menuju Pos 4. Disini kita diberi pertanyaaan –pertanyaan yang berkaitan tentang wawasan nusantara seperti pahlawan nasional serta lagu-lagu nasional dan diakhiri dengan menyanyikan lagu daerah Jawa Tengah yaitu: Suwe ora jamu.
Pos selanjutnya yaitu pos lumpur. Kami semua wwajib mandi lumpur, merayap dada serta merayap punggung di kolam lumpur tersebut. Kemudian masing-masing diantara kami harus mencorengi teman kami dengan lumpur tersebut. Ini membuat wajah kami seperti tentara yang sedang berperang. Menuju Pos selanjutnya yaitu pos Jaring-Jaring. Setiap kelompok mengajukan satu anggotanya untuk menaiki tali hingga ke atas kemudian turun kembali pada sisi yang berbeda.
Pos 7 yaitu pos Jembatan tali 2. Setiap kelompok mengajukan 2 anggotanya untuk melintasi jembatan tali 2 ini. Kemudian menuju pos terakhir yaitu pos Memasukkan paku ke dalam botol. Koordinasi serta loyalitas terhadap pemimpin sangat dibutuhkan untuk keberhasilan di pos ini.
Akhirnya pada pukul 12.00 WIB kami tiba di Bumper. Kami langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan baju serta badan kami yang masih sangat bau lumpur.
Pada pukul 13.00 kami makan siang di tenda dan diteruskan dengan istirahat siang sambil memasak pop mi dan sarden dengan menggunakan kompor lapangan dan parafin. Sangat mengasikkan .
Malam ke 2 di Bumi Perkemahan.
Kami berkumpul di lapangan usai makan malam untuk menyalakan api unggun. Setelah api unggun menyala, acara pun di mulai. Bapak Kasubbag Binwas kita memimpin kegiatan malam itu. Acara dimulai dengan ceramah singkat Pak Syamsu yang kemudian mempersilakan 2 orang pengisi acara yaitu trainer dari Bandung.
Kami sangat termotivasi dan terharu. Di tengah0tengah acara, kami meneteskan air mata karena training ini benar-benar menyentuh hati kami.
Acara malam itu diakhiri dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan berdo’a. Kemudian kami istirahat di tenda dengan persiapan packing untuk perjalanan menuju Gunung Manglayang.
Hari ketiga di Bumi Perkemahan
Pukul 5.30 pagi kami harus makan pagi dan Pada pukul 05.45 WIB kami apel pagi dan kemudian berangkat menuju Gunung Manglayang. Lagi-lagi kami bersyukur karena kelompok kami berangkat pertama dan didampingi langsung oleh Bapak Syamsu. Perjalanan yang jauh, kondisi jalan yang terjal, serta menanjak 90 derajat membuat nafas kami ngos-ngosan. Kami berbekal air minum dan gula merah atau gula jawa dalam perjalanan agar fisik kami tetap prima hingga puncak Manglayang.
Setelah 4jam perjalanan, akhirnya kami mengucap takbir, serta hamdalah karena kami telah mnginjakkan kaki di puncak Manglayang. Disana kami berfoto-foto dan diakhiri dengan upacara penyematan baret oleh Bapak Purek III.
Pada pukul 12.30 WIB kami turun gunung dengan jalur yang berbeda. Satuan putra turun lewat jalur putri, dan satuan putri melewati jalur putra.
Jalur turun ternyata lebih terjal sehingga kita harus menggunakan tali Weping agar kami tidak terperosok. Adrenalin kami kembali diuji. Kami pun akhirnya sampai di tempat peristirahatan dan harus mandi lumpur serta merayap dan guling di lumpur. Setelah itu, kami pun membersihkan sebagian lupur di sungai. Setelah itu kami makan siang dan berjalan kembali menuju Bumper untuk melaksanakan upacara penutupan.
Pada pukul 16.00 WIB kami tiba di Bumper. Kemudian Upacara penutupan pun dilaksanakan dan diakhiri dengan pengecekan dan akhirnya kami pulang kembali ke kampus dengan mengenakan baret.
Subhanallah, wal hamdulillah wa laailaaha illallah allahu akbar..
Pembaretan yang dulu sangat kami takutkan namun diidam-idamkan, kini telah kami laksanakan. Gunung Manglayang yang dulu puncaknya hanya mampu kita lihat dari kampus, telah kami taklukkan ..
Rasa syukur ini tiada henti atas nikmat karunia serta rakhmatMu yaa Allah ..
Alhamdulillah ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar